RINGKASAN Pelajaran Sekolah Sabat RABU, 12 September 2018 *DI HADAPAN SANHEDRIN*
PAULUS dihadapkan pada Mahkamah Agama [Kisah 22:30-23:5].
¤. Ketika Paulus mengawali pembicaraannya, ia menyebutkan bahwa sampai saat itu ia tetap hidup dgn hati nurani yg murni dihadapan Allah. Mendengar itu imam besar Ananias menyuruh org menampar mulut Paulus.
Membalas tamparan itu Paulus menyebut Ananias sebagai _tembok yg dikapur putih._ Kemungkinan ini menunjuk kpd apa yg dikatakan Yesus tentang kemunafikkan org Farisi [Matius 23:27], yg secara lahiriah bersih tetapi batiniahnya penuh dgn kebusukkan.
KECERDIKAN Paulus dlm kesaksiannya [23:6-10].
¤. Paulus mengetahui bahwa Mahkamah Agama itu terdiri dari org Farisi dan Saduki yg bertentangan dlm beberapa doktrin. Dan lagi tidak mudah untuk meyakinkan mereka akan kebenaran.
¤. Perjumpaan dgn Yesus menjadi dasar pertobatan dan pelayanannya. Kepercayaan pada kebangkitan merupakan pokok persoalan yg nyata sehingga ia dihakimi [24:20-21]. JIKA Yesus tdk dibangkitkan dari antara org mati, maka pelayanannya akan tanpa tujuan, karena itu Paulus mengatakan bahwa ia mengharap akan kebangkitan org mati.
¤. Karena org Saduki tdk percaya pd kebangkitan org mati, sementara org Farisi percaya maka terjadilah keributan dlm sidang Makamah Agama itu antara org Farisi dan org Saduki. Akhirnya Paulus dibawa kembali ke markas oleh kepala pasukan.
Tuhan menguatkan Paulus [23:11].
_*Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: "Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma."*_ [23:11].
Comments
Post a Comment