RINGKASAN Pelajaran Sekolah Sabat KAMIS, 20 September 2018 *PAULUS DIHADAPAN PARA PEMIMPIN*
Orang Romawi purba mengetahui dua konsep yg berlawanan satu dgn yg lain, yaitu _Kekekalan jiwa_ dan _kebangkitan org mati._ Mereka menerima konsep kekekalan jiwa dan menolak konsep kebangkitan org mati. Tidak heran pemberitaan Injil ttg kebangkitan Yesus sukar diterima oleh mereka.
Paulus berpaling kpd raja Agripa dgn pertanyaan:
_Percayakah engkau, raja Agripa, kepada para nabi? Aku tahu, bahwa engkau percaya kepada mereka."_ [26:27]
PERTANYAAN Paulus ini menempatkan raja Agripa pada posisi yg sulit. Sesungguhnya ia tdk dpt menyangkali kepercayaannya pd Kitab Suci, namun, bila ia memberikan jawaban yg sesungguhnya, maka tdk ada pilihan lain baginya kecuali menerima Yesus sebagai Mesias.
Agripa memberikan jawaban yg cerdik : _"Hampir-hampir saja kau yakinkan aku menjadi org Kristen!"_
Jawaban balasan Paulus yg mengesankan:
_Kata Paulus: "Aku mau berdoa kepada Allah, supaya segera atau lama-kelamaan bukan hanya engkau saja, tetapi semua orang lain yang hadir di sini dan yang mendengarkan perkataanku menjadi sama seperti aku, kecuali belenggu-belenggu ini."_ [26:29]
Kalimat terakhir Paulus ini begitu mengesankan, ia tdk memohon untuk dibebaskan, tetapi ia mengharapkan mereka akan menjadi seperti dia, yaitu diselamatkan oleh anugrah Allah.
Semangat misionaris Paulus jauh melebihi kepeduliannya atas keselamatannya sendiri.
Respon org banyak dipersidangan itu adalah: Paulus tdk melakukan sesuatu yg setimpal dgn hukuman mati atau hukuman penjara!
Karena Paulus sdh naik banding kepada Kaisar maka ia tdk lagi berada dibawah hukum gubernur. Ia harus menghadap Kaisar di Roma.
Comments
Post a Comment